Jan'15
I. PENDAHULUAN
Banyak sekali
anggapan bahwa budidaya perikanan hanyalah berarti : adanya kolam, air, dan
ikan yang dipelihara, bahkan ada yang extrim menyatakan bahwa budidaya dengan tretmen
pakan komersial yang mampu memacu pertumbuhan ikan dengan cepat,begitu pula
anggapan waktu pemeliharaanpun semakin singkat, semakin cepat panen, dan
semakin cepat menjadi uang, sehingga seringkali prakteknya berbeda dengan yang
diharapkan. Namun budidaya perikanan tidaklah sesederhana itu, dan juga tidak
sesulit yang dibayangkan. Seringkali orang melakukan kegiatan budidaya
perikanan dengan tujuan hanya panen dengan jumlah yang banyak dan cepat, tanpa
memperhatikan kesehatan ikan, kesehatan lingkungan dan bahkan kesehatan manusia
yang mengkonsumsinya.Tidak sedikit para pelaku budidaya yang telah mengalami
kerugian yang besar akibat semakin tingginya harga pakan komersial, Hal itu
tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan karena kerap kali dijumpai ikan
yang hidup tidak sehat dengan tingkat kematian yang tinggi serta output
budidaya yang dihargai rendah.Sehingga dapat disimpulkan semakin tinggi tingkat
ketergantungan para pelaku aquaculture terhadap input-input yang dibutuhkan
dalam berbudidaya, semakin mengecilkan arti budidaya itu sendiri. Notabene
Berbudidaya yang telah kehilangan Ruh nya. Barangkali Arti yang perlu sedikit
disegarkan, bahwa yang dibudidaya itu adalah mahluk hidup yang mempunyai
habitat, cara hidup, cara reproduksi, dan sebagainya yang telah diciptakan
dengan sempurna oleh Sang Maha Pencipta.Namun seringkali budidaya yang
dilakukan tidak didasari oleh pemahaman terhadap hakekatnya melainkan kebutuhan
dan kepentingan dunia jaman sekarang yang serba instan. Hal ini dapat
disebabkan oleh anggapan dan atau ketidak tahuan bahwa berbudidaya dengan
cara-cara “tradisional” yang mengedepankan kemandirian dan kearifan tidak dapat
memenuhi kebutuhan pasar yang berkembang dengan pesat dan perlakuan tersebut
pasti memakan biaya lebih mahal.Sementara anggapan hasilnya kurang sesuai,
produktifitas rendah, biaya pakan tinggi, tidak praktis, dan tidak akan
menggulirkan kehidupan ekonomi. Syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. bahwa
budidaya dengan perlakuan Probiotik Organik dapat menepis anggapan-anggapan
tersebut. Dengan kesungguhan dan keiklhasan hati kami Melangkah dan
merubah sistem Budidaya perikanan dengan menggunakan Probiotik Organik buatan
sendiri yang dikenal dengan sebutan MOLAI kepanjangan dari Mikro Organisme
Lokal Asal Ikan, Dengan tujuan antara lain untuk menempatkan kembali arti
budidaya itu pada hakekatnya. Budidaya perikanan Probiotik Organik
mengedepankan kearifan lokal, kemandirian, respek dan tanggung jawab, serta
tetap mengacu pada laju optimal produktifitas yang tinggi dan mantap dengan
biaya operasional yang relatif rendah, dan pada saat yang bersamaan
menghasilkan output budidaya yang berkualitas, sehat, dan aman untuk
dikonsumsi, sekaligus tetap menjaga pemakaian air secara bertanggung jawab dan
air limbah yang ramah lingkungan, sehingga lingkungan tetap sehat dan aman.
Izinkan sejenak kami merenuuung........... Alangkah elok dan indahnya apabila
didapati semua kegiatan budidaya selaras dengan hakekatnya. Marilah kita dengan
arif melihat, mengamati dan bertanya. Apa yang sebenarnya diperlukan untuk ikan
dapat tumbuh, berkembang dan sehat.
Ada 4 (empat) hal yang kami anggap
penting dalam bidang aquaculture, yakni :
· 1 Kualitas
Air,
· 2 Pakan,
· 3 Perawatan
dan Pemeliharaan,
· 4 Kualitas
Benih dan Lingkungan
PROBIOTIK IKAN
· Bakteri Asam
Laktat(Lactobacillus, Carnobacterium, dll.)
· Genus
Vibrio(Vibrioalginolyticus,dll.)
· Genus
Bacillus, or
· Genus
Pseudomonas Bacillus merupakan salah satu bakteri yang dapat menghasilkan
berbagai jenis enzim yang mampu merombak zat makanan seperti karbohidrat, lemak
dan protein menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga mudah diserap oleh
pencernaan (Buckle et al. 1987).
Kenapa Probiotik sangat dibutuhkan al ;
· 1 Aplikasi
pada Pakan, Protein Meningkat dan
· 2 Aroma
pakan lebih harum serta menyengat.
· 3 Pertumbuhan
relatif cepat.
· 4 Nafsu makan
ikan tinggi.
· 5 Meningkat
daya kualitas air
· 6 Menurunnya
bau perairan
· 7 Memiliki
kemampuan mendukung pertumbuhan dan produktivitas budidaya .
· 8 Sisa kotoran
mengambang, yang merupakan ciri-ciri pencernaan yang sempurna.
Cara memperbanyak Probiotik tingkat
sederhana dan baik
BAHAN :
· 500 gram tetes
/gula tebu
· 250 gram trasi
· 1 kg bekatul
yang halus/ kentang
. 1 buah Nanas Masak
· 1 liter Stater
Mikro Organisme Lokal Asal Ikan ( MOLAI ),
· 2 liter air
cucian beras
· Air bersih 10
liter
· Dapat
ditambah susu
ALAT:
· Kompor
· Panci
· Corong
· Jerigen 20
liter
CARA MEMBUATNYA :
· Rebus semua
bahan kecuali Molai , air bersih dan susu
· Dinginkan ± 20
jam, Setelah dingin masukkan semua bahan kedalam jerigen
· Tutup rapat
· Setiap hari
dibuka sebentar untuk membuang gas dan diaduk /kocok-kocok,
· Setelah Kl 7
hari Micro Organisme Lokal Asal Ikan (MOLAI) siap digunakan dengan
tanda-tanda
·
Aroma seperti Tape
· Jika aroma
berbau tidak enak berarti gagal
CARA APLIKASI:
· Sebelum
digunakan, disaring dulu.
· Untuk
aplikasi pakan gunakan konsentasi 2 : 10
· Untuk
menyemprot Air dengan ukuran kolam 20 mtr persegi Gunakan 200 cc
· Penyemprotan
dilakukan antara 7 - 15 hari sekali mulai sebelum tebar.
Dengan aplikasi Micro
Organisme Lokal yang rutin, isyaalloh akan membantu kita dalam usaha perbaikan
mutu pakan/pellet, biologi tanah dan air untuk budidaya. Semoga tulisan ini
bisa memberi sedikit informasi terhadap rekan pembudidaya.
Selamat Mencoba